Pages

Minggu, 03 Juni 2012

Plato



A.Biografi Plato
            Plato (lahir sekitar 427 SM - meninggal sekitar 347 SM) adalah seorang filsuf dan matematikawan Yunani, dan pendiri dari Akademi Platonik di Athena, sekolah tingkat tinggi pertama di dunia barat. Ia adalah murid Socrates. Pemikiran Plato pun banyak dipengaruhi oleh Socrates. Plato adalah guru dari Aristoteles. Apuleius memberitahu kita bahwa Speusippus memuji kecepatan pikiran Plato dan kerendahan hati sebagai anak laki-laki, dan "buah pertama dari masa mudanya diresapi dengan kerja keras dan cinta studi". Plato telah diperintahkan dalam tata bahasa, musik, dan senam oleh guru besar yang sangat terhormat waktu itu. Dicaearchus melangkah lebih jauh dengan mengatakan bahwa Plato bergumul di game Isthmian, Plato juga mengikuti kursus filsafat sebelum bertemu Socrates, ia pertama kali berkenalan dengan Cratylus (murid dari Heraclitus, seorang filsuf pra-Sokrates terkemuka Yunani) dan doktrin Heraclitean .
B.Karya karya Plato
Karyanya yang paling terkenal ialah Republik (dalam bahasa Yunani Politeia, "negeri") yang di dalamnya berisi uraian garis besar pandangannya pada keadaan "ideal". Dia juga menulis 'Hukum', Philebus dan banyak dialog di mana socrates adalah peserta utama. Salah satu perumpamaan Plato yang termasyhur adalah perumpaan tentang orang di gua  Cicero mengatakan Plato scribend est mortuus (Plato meninggal ketika sedang menulis).
Ciri-ciri Karya-karya Plato
§  Bersifat Sokratik
Dalam Karya-karya yang ditulis pada masa mudanya, Plato selalu menampilkan kepribadian dan karangan Sokrates sebagai topik utama karangannya.
§  Berbentuk dialog
Hampir semua karya Plato ditulis dalam bentuk dialog. Dalam Surat VII, Plato berpendapat bahwa pena dan tinta membekukan pemikiran sejati yang ditulis dalam huruf-huruf yang membisu. Oleh karena itu, menurutnya, jika pemikiran itu perlu dituliskan, maka yang paling cocok adalah tulisan yang berbentuk dialog.
§  Adanya mite-mite
Plato menggunakan mite-mite (cerita-ceruta) untuk menjelaskan ajarannya yang abstrak dan diduniawi. Verhaak menggolongkan tulisan Plato ke dalam karya sastra bukan ke dalam karya ilmiah yang sistematis karena dua ciri yang terakhir, yakni dalam tulisannya terkandung mite-mite dan berbentuk dialog.
C.Pemikiran Pemikiran Plato
Pandangan Plato tentang Ide-ide, Dunia Ide dan Dunia Indrawi
Idea-idea
Sumbangsih Plato yang terpenting adalah pandangannya mengenai idea. Pandangan Plato terhadap idea-idea dipengaruhi oleh pandangan Sokrates tentang definisi. Idea  yang dimaksud oleh Plato bukanlah ide yang dimaksud oleh orang modern. Orang-orang modern berpendapat idea adalah gagasan atau tanggapan yang ada di dalam pemikiran saja sedangkan  Plato berpendapat bahwa idea tidak diciptakan oleh pemikiran manusia. Idea tidak tergantung pada pemikiran manusia, melainkan pikiran manusia yang tergantung pada idea. Idea adalah citra pokok dan perdana dari realitas, nonmaterial, abadi, dan tidak berubah. Idea sudah ada dan berdiri sendiri di luar pemikiran kita.. Idea-idea ini saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Misalnya, idea tentang dua buah lukisan tidak dapat terlepas dari dua idea, dua idea itu sendiri tidak dapat terpisah dengan idea genap. Namun, pada akhirnya terdapat puncak yang paling tinggi di antara hubungan idea-idea tersebut. Puncak inilah yang disebut idea yang “indah”. Idea ini melampaui segala idea yang ada.

Dunia Indrawi

Dunia indrawi adalah dunia yang mencakup benda-benda jasmani yang konkret, yang dapat dirasakan oleh panca indera kita. Dunia indrawi ini tiada lain hanyalah refleksi atau bayangan daripada dunia idea. Selalu terjadi perubahan dalam dunia indrawi ini. Segala sesuatu yang terdapat dalam dunia jasmani ini fana, dapat rusak, dan dapat mati.

Dunia Idea

Dunia idea adalah dunia yang hanya terbuka bagi rasio kita. Dalam dunia ini tidak ada perubahan, semua idea bersifat abadi dan tidak dapat diubah. Hanya ada satu idea “yang bagus”, “yang indah”. Di dunia idea semuanya sangat sempurna. Hal ini tidak hanya merujuk kepada barang-barang kasar yang bisa dipegang saja, tetapi juga mengenai konsep-konsep  pikiran, hasil buah intelektual. Misalkan saja konsep mengenai "kebajikan" dan "kebenaran".

 

Pandangan Plato tentang Karya Seni dan Keindahan

Pandangan Plato tentang Karya Seni

Pandangan Plato tentang karya seni dipengaruhi oleh pandangannya tentang ide. Sikapnya terhadap karya seni sangat jelas dalam bukunya Politeia (Republik). Plato memandang negatif karya seni. Ia menilai karya seni sebagai mimesis mimesos atau tiruan dari realita yang ada. Realita yang ada adalah tiruan (mimesis) dari yang asli. Yang asli itu adalah yang terdapat dalam idea. Idea jauh lebih unggul, lebih baik, dan lebih indah daripada yang nyata ini.

Pandangan Plato tentang Keindahan

Pemahaman Plato tentang keindahan yang dipengaruhi pemahamannya tentang dunia indrawi, yang terdapat dalam Philebus. Plato berpendapat bahwa keindahan yang sesungguhnya terletak pada dunia idea. Ia berpendapat bahwa kesederhanaan adalah ciri khas dari keindahan, baik dalam alam semesta maupun dalam karya seni. Namun, tetap saja keindahan yang ada di dalam alam semesta ini hanyalah keindahan semu dan merupakan keindahan pada tingkatan yang lebih rendah dari keindahan idea itu sendiri.
KESIMPULAN
Plato adalah orang yang sangat menghormati dan menghargai gurunya, hal ini terbukti dari karya-karyanya yang sokoratik.Plato juga memiliki pemikiran yang luas dalam memaknai sesuatu terutama idea dan mengemasnya dalam konsep yang sederhana, pemikirannya cenderung mengarah pada orientasi idea itu sendiri dari pada pencari atau penemu dari idea, baginya idea itu tanpa menusia pun bisa,namun bila manusia tanpa idea maka manusia tak dapat bertahan hidup. Kira- kira seperti itulah gambaran saya terhadap sosok seorang plato.


0 komentar:

Poskan Komentar

 

Blogger news

Blogroll

About